Keep on shalawat

Do you wish to see Rasulullah on your dream? Keep on shalawat then start to follow his sunnah on your daily life. May Allah make it really true someday. Aameen.

get its direct bonuses

Increase your shalawat upon Rasulullah sallallahu alaihi wasallam so Allah and His angels will make it multiplied for you.

Allahumma ihdina assiratal mustaqeem ya allah

Traveling on through the hills and valleys of my life. On this journey. This is pathless pathway. Never knowing when the end will come> live this life like a wayfarer journey, like the stranger on his way back home.

Read the quran, the only book where the author is in love with the reader

If you find dust on your quran, then cry for yourself and the condition that you are in.

convey from me even one single word

The first step in knowledge is to listen, then to be quiet and attentive, then to preserve it, then to put it into practice and then to spread it -Sufyan ibn Uyainah.

Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Monday, 8 May 2017

Masihkah Muslim Dianggap Anti NKRI?



“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
Ir. Soekarno

Persatuan bangsa di negeri ini sedang diporakporandakan dengan berbagai isu sara. Umat muslim dituduh anti NKRI, anti persatuan dan memerangi Pancasila. Bahkan baru-baru ini,  perkara satu orang saja mampu mengubah mindset kelompok besar suatu bangsa, Basuki Tjahya Purnama, namanya selalu disebut-sebut bagai artis papan atas yang tidak pernah bosan tertangkap kamera.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu¬dukanmu.” (Q.S. Muhammad: 7)
Umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia bergerak melawan keputusan hakim yang dirasa tidak adil tentang ulah penistaan agama. Para ulama dan organisasi masyarakat muslim mulai menebar dakwah tentang pembelaan Al-qur’an dan ulama yang dinistakan. Membela Al-qur’an sama saja dengan membela agama Allah, seruan muslim pada gerakan 411 di Monumen Nasional, Jakarta.

Belum puas dengan respon pemerintah, gerakan spirit 212 terbentuk dan mulai melebarkan sayap dakwahnya dengan gerakan subuh berjamaah atau disingkat GNPF MUI. Seorang pemimpin Yahudi berkata, Yahudi tidak akan takut kepada umat Islam kecuali bila keadaan umat Islam sampai pada taraf jumlah jamaah subuh telah melebihi jamaah Shalat Jumat. 

Ustadz Bachtiar Nashir dalam ceramah subuh di Masjid Alhidayah, Bogor bercerita tentang sejarah berdirinya NKRI yang justru disebabkan oleh Muslim. KH Nur Ali dari bekasi mengajukan kepada Perdana Menteri pertama Indonesia, Muhammad Natsir agar Republik Indonesia Serikat diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang akhirnya disetujui oleh Bapak Proklamator, Ir. Soekarno.
Kesultanan Riau dicekal keturunannya karena tidak menyisakan warisan harta. Seluruh harta Sultan diberikan kepada negeri terutama pesawat terbang yang pertama kali digunakan Ir. Soekarno untuk melancarkan kejayaan bangsa.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah diantara dua saudara kalian (yang bermusuhan)". Namun, saat ini, mereka (orang-orang mukmin) justru saling bermusuhan, tidak mau mendamaikan (yang bermusuhan), dan merusak persaudaraan diantara mereka.
Dan sesungguhnya tidaklah sempurna iman seseorang, sampai ia mencintai bagi saudaranya dengan apa yang ia cintai untuk dirinya, kata Baginda Rasulullah SAW. Coba renungkanlah, betapa indahnya tatanan masyarakat jika mengamalkan hadits ini, Marilah kita saling mencintai satu sama lain, saling menolong, mengingatkan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, dengan penuh kecintaan, kasih-sayang, rahmat dan kelembutan, in sha Allah segala perbedaan bukan menjadi penghalang keharmonisan.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk sebagai orang-orang yang selalu berpegang teguh di atas kebenaran, mewafatkan kita di atasnya dan Sunnah RasulNya dengan tidak melakukan bid’ah, penyelewengan, kerusakan dan kehinaan.


Sunday, 7 May 2017

Bunga Akhir Zaman







“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” 
(HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)

Wanita, dikatakan sebagai fitnah ketika membawa kepada hal yang menjauhkan seseorang khususnya laki-laki dari surganya. Tercipta dengan sejuta keindahan dan paras yang menawan tapi terkadang menjadi sumbu kebinasaan.
Namun sebaliknya, wanita disebut pula sebagai perhiasan terindah dunia.  Meski hidup tanpa mengumbar pesona, wanita berdamai dengan kekhusyukan. Mereka paham tentang hari kemudian yang tidak membedakan kecantikan tapi justru ketakwaan. Menjadi bunga akhir zaman adalah puncak segala tujuan.
Penghias yang bukan sekedar penghias fisik, melainkan penghias yang menyebarkan keharuman di seluruh alam raya ini, keharuman dari nama terindah karena baiknya akhlak yang di miliki. 
Ingatkah kisah tentang Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf AS? Siapa yang tidak terpana dengan kecantikannya? Tanpa ragu dia merobek pakaian Nabi Yusuf AS dari belakang untuk memuaskan hawa nafsunya. Namun, kebodohannya dibalas dengan cahaya keimanan Nabi Yusuf AS. Adakah sosok yang menjaga pandangan dan hawa nafsunya seperti Nabi Yusuf AS di zaman ini?
Melihat kepada perkara-perkara yang haram dilihat, sering memandang perempuan, membaca majalah porno, melihat gambar-gambar yang membuka aurat, menonton film cabul, menonton TV atau sinetron yang beradegan syur dan bercampur baur dengan lain jenis di zaman sekarang sudah susah untuk dicegah. Bagaimana tidak, orang-orang Barat menghancurkan mata dan hati para penggila gadget agar menjauhkannya dari ibadah, istilah manusia hidup bersosial digadang-gadangkan tanpa batasan. Mereka tidak mampu mengalahkan kaum muslim yang berjumlah banyak lewat perang seperti zaman Rasul, namun dengan mudah meluluhlantahkan akhlak muslim dengan teknologi, itulah yang dinamakan Ghozwul Fikri.
Oleh karena itu, jadilah wanita yang seindah bunga akhir zaman, secantik permata berlian, seanggun bidadari surga. Belajarlah ilmu agama untuk bekal hidupmu di dunia dan akhirat. Jadilah wanita yang solihah untuk pribadi dan keluargamu.
Jangan berharap pujian dari yang tidak halal melihatmu apalagi menatapmu, ingatlah bahwa satu kecantikan yang dilihat penuh syhawat akan menimbulkan satu dosa untukmu. Kecantikmu adalah Milik Tuhanmu, suatu saat akan hilang tanpa kembali. Dan saatnya nanti dipertemukan, engkau pun akan ditanya, untuk apa kecantikanmu dipergunakan?

Masih mau mengumbar foto selfiemu di social media dengan niat mencari perhatian orang yang tidal halal agar melihatmu? Berarti kamu bukan bunga akhir zaman yang dicari tuhan. 



Saturday, 6 May 2017

Sebelum Kafan Menyelimutimu

Banyak kita jumpai saat ini perempuan memakai busana yang dikatakan syari bermula dari trend hijab yang menjamur sekitar tahun 2009. Demam film Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih seakan menjadi pelopor dakwah hijab. Jangankan toko-toko offline, toko online pun bermunculan memenuhi home beberapa media sosial. Berbagai macam pakaian dan kerudung sangat mudah dijumpai, para designer seperti tidak pernah kehabisan model. Perlahan virus berjilbab menyebar ke setiap kalangan,  baik itu orang tua, muda, kaya atau miskin, semua berlomba untuk bergaya.
Mengapa dikatakan bergaya? Menutup aurat pada era sekarang sudah tidak ketinggalan zaman. Memakai kerudung tidak lagi dianggap kolot dan terbelakang. Banyak sekali gaya berhijab yang mewakili gaya seorang perempuan, sudah sesuai syariatkah atau hanya mengikuti mode kekinian?
Viralnya jilboobs yang memakai kerudung namun terlihat seksi, kemudian ada lagi istilah jilbaber yang naik setingkat diatas jilboobs justru membuat malu agama Islam. Dalam firmanNya, Allah berkata:
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S Al-Ahzab:59)
Dan ada juga hadits yang memerintahkan untuk menutup aurat atau jika tidak mereka akan digantung rambutnya hingga otaknya mendidih di neraka.
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Pernah dengar hijab, khimar atau jilbab? Tahu bedanya?
1. Khimar adalah kerudung yang menutup bagian kepala hingga dada wanita.
2. Hijab adalah segala hal yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi bagi seorang Muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki.
3. Jilbab (diantara maknanya) adalah gamis. Dan jilbab itu adalah pakaian yang lebih lebar dari khimar. Yang dipakai oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya menurut Lisaanul Arab.
Coba cek diri kita dan sekitar kita, sudahkah kita menutup aurat yang sesuai dengan perintah Allah?

Checklistnya  sebagai berikut:

(1) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi (wajah dan kedua telapak tangan)
(2) Tidak berfungsi sebagai perhiasan 
(3) Kainnya tebal, tidak tipis 
(4) Lebar tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh 
(5) Tidak diberi pewangi atau parfum 
(6) Tidak menyerupai pakaian lelaki 
(7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir 
(8) Bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang menarik perhatian orang-orang)
Bagaimana sekarang? Sudah sesuai kan? Jika belum, kali ini masih ada waktu. Tutuplah auratmu sekarang sebelum auratmu ditutupkan, behijablah kamu sekarang sebelum kamu dihijabkan. Betulkan cara berhijab yang mungkin salah sebelum kafan menyelimutimu. Maksudnya tutup aurat kita sekarang sebelum ajal menjemput dan tidak ada waktu tobat yang kita miliki untuk menebus dosa kita selama ini termasuk memamerkan aurat atau tidak menutupinya sesuai syariat.




Thursday, 4 June 2015

Ayat untuk ruqyah

  ALFATIHAH-
ALBAQARAH-
{1} الم
{2} ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
{3} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
 
AYAT KURSI-
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾
 
ALI IMRON-
{18} شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
ASSOFFAAT-
وَالصَّافَّاتِ صَفًّا ﴿١﴾
فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا ﴿٢﴾
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا ﴿٣﴾
إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ ﴿٤﴾
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ ﴿٥﴾
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾
وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ ﴿٧﴾
لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾
دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩﴾
إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠﴾
ARRAHMAN-
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٦﴾
ALHASYR-
لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾
ALJIN-
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ﴿١﴾
يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ﴿٢﴾
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾
AL KAFIRUN-
3 QUL-
Sumber : Ustadz Rusydi Ramli, Jabatan Pengajian Islam Malaysi
dalam acara Ruqyah Syar'iyyah yang diadakan pada bulan Maret 2014 oleh Commitee of Revealed Knowledge Festival, IIUM

manusia dan binatangnya

Tangan siapa yang enggan menyambut jika pesona dunia diobral gratis? Sebagian kita meronta, meminta belas kasih dunia tanpa malu berucap “Ayolah Duhai, datanglah padaku”. Namun sebagian lain menghardik wujud dunia dan hidup tanpa ikhtiar sebenar.
Bagaimana dengan kabar nafsu yang mesranya mengikuti diri? Bukankah nafsu dan dunia itu sahabat hidup dan mati?
“Nafsu itu laksana anak balita. Jika kau manjakan ia,sampai dewasa pun tak kan lepas ia dari susuan ibunya”-Imam Busyiri
Pernahkah kita merasa salah dan berdosa namun teguh berdiri dalam jebakan? Nah, tanyakan lagi. Binatang dan nafsunya mungkin sedang asyik bermain-main di dalam diri.
Ada sebuah kutipan dari Muhammad Ainun Najib :
“Muhammad, kami tentu akan datang ke acara peringatan kelahiranmu di kampung kami masing-masing, namun pada saat itu nanti wajah kami tidaklah seceria seperti tatkala kami datang ke toko-toko serba ada, ke bioskop, ke pasar malam, ke tempat-tempat rekreasi.
Kami mengirim shalawat kepadamu seperti yang dianjurkan oleh Allah karena Ia sendiri beserta para malaikatNya juga memberikan shalawat kepadamu. Namun pada umumnya itu hanya karena kami membutuhkan keselamatan diri kami sendiri.
Seperti juga kalau kami bersembahyang sujud kepada Allah, kebanyakan dari kami melakukannya karena kewajiban, tidak karena kebutuhan, kerinduan atau cinta yang meluap-luap. Kalau kami berdoa, doa kami berfokus pada kepentingan pribadi kami masing-masing”.
Naudzubillah min zalik. Semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang disebutkan diatas. Semoga kita dimudahkanNya menggapai petunjuk dan hidayah. DiberkahkanNya dalam tiap tindakan dan dijauhkan dari perbuatan sesat merugikan.
Sedikit refleksi, pernahkah kita berdoa untuk orang lain seperti ini : “Ya Rabb, jadikan sahabatku ini lebih baik dariku”. Jika tidak pernah, tanyakan, apakah iri masih ada dalam hati? Jika belum, mari segera. Berdoa itu gratis, berdoa sesuka kita, berdoa semau kita. Kebaikan akan kembali dan pasti.
Hidup kita itu sebaiknya ibarat jam dnding – dilihat orang atau tidak, ia tetap berdetak. Dihargai orang atau tidak ia tetap berputar. Diterimakasihi atau tidak ia tetap bekerja dan memberi manfaat.
Jika disebutkan satu per satu mengenai nafsu kebinatangan, pasti akan ada banyak sekali versi. Tanpa perlu diceritakan pun biarlah diri yang mengetahui. Ujian hidup sejenis ini memang tidak mudah dilulusi.
Dan jangan pernah bandingkan ujian orang lain dengan ujian yang kita hadapi. Setiap orang tak sama,. Baju, sepatu pun berbeda ukurannya. Namun tujuannya sama, ujian ialah tanda sayangNya, agar kita selalu mengingatNya.
Bagi yang pernah jatuh, Allah akan mengangkatnya jika taubat nasuha kepadaNya benar-benar diperankan. Lalu yang masih ikut menari-nari bersama kebinatangan, mari kita basmi. Munculkan sifat khouf (takut) pada Allah dan haya’ (malu) terhadap Rasulullah. Bukankah kita impikan hidup bersama Rasul? Lalu bagaimana mungkin kita tinggal didekatnya jika hati saja tidak dibersihkan dari hal-hal haram yang dibencinya? Walau sekecil dzarroh semoga kita mampu membasminya sampai ke akar. Karena terkadang yang kecil di mata kita bisa jadi besar di mata Allah atau bahkan membuat malaikat Atid kewalahan mencatat dosa di setiap ‘buku’ kita.
Allahu, Allahu Pemberi Rahmat dan Hidayah.. ihdinaa..ihdinaa.. ilaa shirootika al-mustaqiim. Aamiin ya Allah, Robbul ‘Alamiin.
Wallahu a’lam.

Berkah

▶ BAROKAH..◀ atau BERKAH

➡ Barokah adalah kata indah yang semua hamba beriman pasti ingin mendapatkannya..

➡ Dan Barokah itu bukan sekedar cukup saja, tapi barokah ialah saat ketaatanmu kepada Allah dalam segala keadaan yg ada - baik berlimpah atau sebaliknya - senantiasa bisa terjaga..

➡ Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit..  sebagaimana yang terjadi pada diri Nabi Ayyub 'alaihissalaam,  tetapi sakitnya justru menambah taatnya kepada Allah..

➡ Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi taatnya kepada-Nya senantiasa dalam keadaan yang prima,  layaknya sahabat Nabi, Mus'ab ibn 'Umair Radhiallahu 'anhu.. 

➡ Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tanduspun seperti Makkah justru menjadi sangat Barokah bahkan punya keutamaan di hadapan Allah tiada yg menandinginya..
                                                        .                                                                                     ➡ Rumah yang barokah bukan hanya sekedar rapi dan bersih.. tapi yang juga punya kontribusi ketaatan kepada-Nya bagi penghuninya dan setiap yang mendatanginya..           .                                                                                                                         
➡ Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi ketika makanan itu mampu mendorong bagi yang m'makannya menjadi lebih taat kepadaNya..

➡ Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, tapi ilmu barokah ialah yang mampu menjadikan seseorang bertambah taatnya kepada Allah dan banyak manfaat bagi sesamanya

➡ Penghasilan barokah juga bukan yang banyak dan senantiasa bertambah jumlahnya, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

➡ Anak-anak yang barokah bukanlah yang saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan dan jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan bermanfaat bagi lingkungannya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih dan tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orang tuanya.

(Ustadz Agung  Cahyadi,  MA. Pembina Dompet Alquran Indonesia Darul Fikri)